Masih Pemula dan Ingin Mulai Investasi Reksadana? Ketahui Dulu Kiat-Kiatnya!

Biasanya investasi sering kali dijadikan sebagai salah satu solusi untuk menabung, baik itu menabung untuk jangka pendek maupun menabung untuk jangka panjang. Berbeda dengan menabung di rekening tabungan yang akan dipengaruhi oleh inflasi dan berbagai biaya administrasi lainnya, menabung dengan cara investasi justru akan membuat jumlah tabungan mu menjadi meningkat seiring berjalannya waktu. Maka dari itu, banyak orang yang lebih memilih untuk berinvestasi dibandingkan menabung di rekening tabungan.

Hanya saja, banyaknya jenis investasi yang bisa dijadikan pilihan tentu akan membuat mu bingung untuk memilih. Nah, bagi kamu yang masih bingung, sekarang ada yang namanya investasi reksadana lho. Prosedurnya yang tidak terlalu rumit sangat cocok bagi kamu yang masih pemula dan ingin mulai berinvestasi. Lalu, apa sih yang dinamakan investasi reksadana itu? Reksadana pada dasarnya merupakan instrumen investasi yang terdiri dari dana yang telah dikumpulkan oleh para investor yang pada nantinya akan dikelola untuk membeli saham, obligasi, pasar uang, dan sebagainya.

Nominal awal yang tergolong terjangkau dengan pengelolaan yang mudah membuat jenis investasi ini sangatlah cocok bagi para pemula. Kamu hanya perlu menyerahkan uang sebesar Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000 kepada manager investasi untuk dikelola. Nah, yuk kita simak ulasan mengenai kiat-kiat investasi reksadana untuk pemula.

Kiat Berinvestasi Reksadana untuk Pemula

1. Ketahui Profil Risiko

Seorang investor dengan profil risiko yang agresif biasanya akan memiliki toleransi risiko yang tinggi, yang memungkinkan untuk terjadinya penurunan nilai investasi bila pada suatu saat portfolionya anjlok. Namun walaupun berisiko, bila profil risiko meningkat, sang investor ada kemungkinan untuk meraih keuntungan yang tinggi pula. Tetapi hal seperti ini mungkin belum cocok bagi pemula. Jika baru memulai, ada baiknya memilih profil risiko konservatif yang memiliki portfolio dengan performa yang cenderung stabil.

2. Pilih Jangka Waktu Investasi

Pilihlah jangka waktu yang disesuaikan dengan profil risiko kamu yang tadi. Jangka waktu itu berbeda-beda, ada yang 1-3 tahun, 3-5 tahun, hingga lebih dari 5 tahun. Namun bagi pemula, ada baiknya bila memilih jangka waktu yang tidak terlalu panjang agar risiko yang dihadapi pun akan lebih rendah.

3. Ketahui Biaya Reksadana

Biaya yang dikenakan cukup bervariasi, mulai dari biaya pembelian unit penyertaan, biaya penjualan kembali unit penyertaan, biaya pengalihan unit penyertaan, dan biaya transfer bank terkait. Untuk jumlah nominalnya itu sendiri akan disesuaikan dengan ketentuan setiap agen penjual reksadana yang bersangkutan.\

4. Tentukan Perusahaan

Langkah selanjutnya ialah menentukan perusahaan tempat dimana kamu akan membeli reksadana. Untuk berjaga-jaga, ada baiknya untuk mencari tahu terlebih dahulu perusahaan yang ingin anda tuju. Pastikan bahwa perusahaan tersebut sudah berpengalaman dengan track record yang terpercaya.

https://www.cekaja.com/investasi/news/129940-kiat-investasi-reksa-dana-untuk-pemula.html